Tampilkan postingan dengan label unggas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label unggas. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Oktober 2018

Pola Pemberian Pakan Pada Unggas

          Biaya pakan pada usaha budidaya unggas khususnya pada ayam pedaging mencapai 70% dari total biaya produksi, oleh karena itu peternak tidak boleh berspekulasi dengan kualitas pakan dan pemanfaatan pakan (harus efisien).

http://alatternakayam.com/articles/ayam/tips-pengaturan-pakan-dan-minum-yang-tepat-pada-peternakan-ayam-broiler/

          Pada periode starter danfinisher dilakukan pemberian pakan dengan metode adlibitum, yaitu metode pemberian pakan dengan cara ayam makan sepuasnya (selalu tersedia).
berdasarkan periode pemeliharaan dan jenis pakan yang digunakan, pola pemberian pakan pada ayam broiler dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
  • One feed system, yaitu pola pemberian pakan yang digunakan semenjak DOC datang hingga panen menggunakan pakan starter (0-35 hari)
  • Two feed system, yaitu pola pemberian pakan dengan menggunakan pakan starter (umur 0-21 hari) dan pakan finisher (umur 22-35 hari). Selama pemeliharaan menggunakan 2 jenis pakan.
  • Three feed system, merupakan pola pemberian pakan yang dilakukan pada 3 periode, yaitu starter (umur 0-14 hari), grower (umur 15-28 hari) dan finisher (umur 29-35 hari).
Secara teknis pencapaian konsumsi pakan (feed intake) standar dapat diupayakan dengan melakukan beberapa pendekatan :
  • frekwensi pemberian pakan 7-9 kali sehari
  • Kebersihan tempat pakan dan minum
  • Ketercukupan tempat pakan dan minum
  • Tercapainya temperatur ideal
  • Waktu pelebaran brooding ring yang tepat

Senin, 01 Oktober 2018

Pengertian Pakan untuk Unggas

          Pakan adalah campuran berbagai macam bahan organik dan anorganik yang diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi. Agar pertumbuhan dan produksi maksimal, jumlah dan kandungan zat-zat makanan yang di perlukan pun harus sesuai.



http://snackandtack.co.uk

             Pada usaha peternakan, pakan berperan sangat strategis. Ditinjau dari aspek ekonomis, biaya pakan sangat tinggi, mencapai 70% dari total biaya produksi. Ditinjau dari aspek biologis, pertumbuhan dan produksi maksimal tercapai bila kualitas dan kuantitas pakan sesuai, produksi efisien akan tercapai bila tersedia bahan pakan murah dan kebutuhan zat-zat makanan terpenuhi.


http://en.wikipedia.org/

           Konversi pakan menjadi daging dan atau telur harus berlangsung secara efisien dan ekonomis untuk memperoleh keuntungan bagi perusahaan. Itulah perlunya peternak memahami dan menerapkan prinsip-prinsip penentuan kebutuhan dan penyusunan pakan sesuai tujuan usaha.


1. Fungsi pakan  
Pakan yang dikonsumsi sebagai bahan yang hendak dicerna dan diserap tubuh. Sebagian yang tidak dicerna diekskresikan dalam bentuk feses. Zat-zat makanan (nutrien) dari pakan yang dicerna digunakan untuk sejumlah proses di dalam tubuh. Nutrien yang digunakan tergantung dari spesies, umur dan produksivitas unggas. Sebagian besar unggas menggunakan zat-zat makananya yang diserap untuk:
  • Fungsi esensial (meintenan), diantaranya metabolisme tubuh, memelihara panas tubuh, serta menggganti dan memperbarui sel-sel tubuh dan jaringan.
  • Kebutuhan produksi, diantaranya; untuk pertumbuhan, penggemukan, atau produksi telur.
2. Kebutuhan pakan 
Kebutuhan pakan dipengaruhi oleh fungsi produksi yang khusus, seperti misalnya pertumbuhan, pengemukan dan reproduksi.
a. Kebutuhan energi
Pada hakekatnya, ayam mengkonsumsi pakan untuk memenuhi kebutuhan energinya. Apabila kebutuhan energi telah terpenuhi, maka ayam akan menghentikan konsumsi berlebihan sehingga menghasilkan karkas yang lebih berlemak dibandingkan dengan ayam yang mengkonsumsi pakan rendah energi. Pemberian pakan dilapangan biasanya mengandung energi metabolisme sekitar 2600-2800 kkal untuk ayam petelur dan 2900-3300 kkal untuk ayam broiler.
b. Kebutuhan protein 
Protein merupakan zat makanan yang di perlukan sebagai bahan pembentukan jaringan dan telur. Sumber utama protein yaitu protein yang terdapat dalam pakan yang di konsumsi, karena pakan yang kandungan proteinnya kurang mengakibatkan laju pertumbuhan dan tingkat produksi menjadi tidak baik.
Kebutuhan protein untuk kehidupan pokok ayam relatif kecil. Kebutuhan protein terutama digunakan untuk pertumbuhan dan produksi. Apabila kebutuhan protein untuk pertumbuhan maksimal telah tercapai, maka kelebihan protein akan di oksidasi menjadi energi karena tidak dapat ditimbang di dalam tubuh.
Kebutuhan protein pada saat periode pertumbuhan tergantung pada laju pertumbuhan. Laju pertumbuhan yang cepat menuntut tersedianya protein dalam pakan yang di konsumsi lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan yang lambat.
Ayam broiler memiliki laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan ayam petelur maupun buras. Oleh karenanya, pada saat ayam tumbuh laju pertumbuhannnya juga meningkat sehingga kebutuhan energi dan protein pun meningkat.

Bahan Pakan


         Kandungan zat-zat makanan dalam bahan pakan sangat beragam. Pada suatu bahan pakan, kandang-kandang kadar makanan tertentu sangat tinggi, tetapi zat makanan lainnya rendah bahkan sama sekali tidak ada. 


http://dairyfeed.ipb.ac.id/page/konsentrat

Oleh karena itu, untuk penyusunan pakan sebaiknya mengunakan campuran beberapa macam bahan pakan. Berdasarkan kandungan zat-zat pakan, bahan pakan di kelompokan menjadi 4 golongan, Diantaranya:
 1. Bahan pakan sumber energi
Bahan pakan sumber energi mengandung karbohidrat (pati) relatif tinggi dibandungkan zat-zat makanan lainnya. Kandungan protein sekitar 10%. Bahan pakan yang termasuk gologan tersebut diantarnya jagung kuning, ubi kayu, sorgum, dedak padi dan lain-lain.
a. Jagung kuning, penggunaanya 15-70%. Mengadung pro-vitamin A untuk meningkatkan kualitas daging dan telur. Vitamin A memberikan warna kuning pada kulit dan kuning telur.
b. Hasil ikutan pengilingan padi berupa dedak halus, dedak lunte , dan bekatul.
Semua ini merupakan bahan pakan sumber energi karena mengandung karbohidrat bahan pakan yang tersedia melimpah, murah dan mengadung zat makanan tinggi. Tetapi memiliki kelemahan kandungan lemak dan serat kasarnya tinggi sehingga penggunaanya di batasi hanya 30% (maksimal).
Bahan pakan sumber protein harus mengandung protein tinggi, sekitar 45%. Bahan tersebut berupa sumber protein hewani atau nabati.
2. Bahan pakan sumber protein
a. Bahan pakan sumber protein hewani, tepung ikan, tepung bulu ayam, manure.
  • Tepung ikan , terbuat dari ikan dan sisa-sisa ikan. Tepung ikan yang beredar umumnya terbuat dari ikan kecil dan sisa yang tidak dimanfaatkan lagi untuk manusia, sehingga kandungan proteinnya rendah. Tepung ikan yang baik mengandung protein sekitar 60%, tetapi lebih banyak berkisar antara 51-53%.
  • Tepung bulu ayam, mengandung protein tinggi yaitu 85-90%. Namun kualitasnya rendah karena kandungan asam amino rendah.
b. Sumber protein nabati
bungkil kedelai, bungkil kacang tanah. Meskipun kandungan protein tinggi, tetapi     kandungan asam amino esensialnya rendah. Dalam pengunaannya harus diimbangi dengan sumber protein     hewani.
  • Bungkil kedelai ,kandungan proteinnya 42,7%
  • Bungkil kacang tanah, bahan ini merupakan hasil sampingan produksi minyak tanah. Mengandung protein 38,92%.
  • Bungkil kelapa
3. Bahan pakan sumber vitamin
Bahan pakan sumber vitamin berupa hijauan. Bahan tersebut juga berperan sebagai sumber mineral. Pemberian dalam bentuk segar setelah dicingcang agar mudah dimakan ayam, atau ada pula yang diberikan dalam bentuk ikatan-ikatan dan di gantung di dalam kandang. Biasanya pemberian hanya dalam jumlah dan saat tertentu saja. Hijauan misalnya kecambah, bayam, kangkung, dan daun singkong. Pemberian hijauan dalam bentuk tepung dalam campuran pakan sekitar 2-5%.
4. Bahan pakan sumber mineral
Bahan pakan sumber mineral meliputi beberapa bahan, seperti tepung tulang, tepung kulit kerang dan grit. Grit berfungsi sebagai sumber mineral dan dapat membantu pencernaan ayam . Oleh karena itu grit biasanya terdiri dari berbagi campuran batu, granit, kulit kerang, batu kapur dan bahan fosfor.

Sabtu, 29 September 2018

Ayam Petelur

http://anselljaya.com/perbedaan-ayam-pedaging-broiler-dan-ayam-petelur-layer/
           Ayam petelur adalah ayam betina yang khusus di ambil telurnya. Ayam petelur dapat mendatangkan penghasilan yang lumayan jika dilakukan secara intensif.

Berikut ini adalah jenis-jenis ayam petelur
Ayam petelur ada dua jenis, yaitu Ayam petelur medium dan ayam petelur ringan.
1. Ayam Petelur Medium

https://www.slideshare.net/silfanisb/pemeliharaan-ayam-ras-petelur-komersial
    Ayam petelur medium cirinya khasnya adalah bobotnya yang cukup berat. Ayam petelur medium dapat memproduksi telur yang cukup tinggi. Dagingnya juga cukup banyak sebab bentuk badannya yang cukup besar.
    Oleh sebab itulah ayam petelur medium juga di sebut sebagai ayam dwi guna, artinya ayam yang memiliki  manfaat ganda yaitu dapat menghasilkan telur dan dapat menghasilkan daging.
     Ayam petelur medium umumnya berbulu coklat dan telur yang dihasilkan juga berwarna coklat. Harga telur coklat umumnya harganya lebih mahal disbanding telur yang berwarna putih sebab yang berwarna coklat bobotnya lebih berat dari yang berwarna putih. Walaupun nilai gizinya sama umunya orang lebih menyukai yang berwarna coklat daripada yang berwarna putih.
2. Ayam Petelur Ringan
https://rebanas.com/gambar/images/pemeliharaan-ayam-ras-petelur-komersial-gambar
  Ayam petelur putih adalah sebutan yang lain bagi ayam petelur ringan. Ciri-cirinya sebagai berikut :
  • Bulu berwarna putih. 
  • Badan ramping. 
  • Mata bersinar 
  • Jengger berwarna merah.
     Ayam petelur ringan mampu menghasilkan lebih dari 260 butir telur per tahun. Ayam petelur ringan mempunyai kelemahan meskipun produksi telurnya cukup banyak.  Yaitu sangat peka terhadap keributan dan cuaca yang panas, ayam ini juga mudah kaget, jika kaget maka produksi telurnya menurun.

Rabu, 12 September 2018

Klasifikasi Unggas



hewan unggas
sumber:blogsport.com
A. Ciri-ciri Unggas

Setelah kita mengetahui pengertian dari hewan unggas. Alangkah baiknya apabila kita juga mengetahui bagaimana ciri-ciri hewan unggas. Agar kita bisa membedakan hewan yang tergolong hewan unggas dengan hewan yang bukan termasuk golongan hewan unggas.

  1. Biasanya memiliki bulu yang menutupi tubuhnya.
  2. Hewan unggas memiliki jantung dengan empat ruang: bilik kanan, bilik kiri, serambi kanan dan serambi kiri.
  3. Kebanyakan hewan unggas bernafas menggunakan paru-paru. Akan tetapi ada sebagian hewan unggas yang memiliki alat bantu perafasan yaitu pundi udara, untuk membantunya saat terbang.
  4. Pada umumnya berkembang biak dengan cara ovipar (Bertelur).
  5. Cara fertilisasinya yaitu dengan fertilisasi internal.
  6. Termasuk dalam golongan hewan yang berdarah panas atau homoioterm.
  7. Pada umunya memiliki organ gerak berupa sepasang kaki dan sepasang sayap. Meskipun ada beberapa hewan unggas yang tidak bisa terbang. Hal ini dikarenakan yang tidak bisa terbang tidak memiliki kantong udara pada sayapnya.
B. Jenis-jenis Unggas

Setelah mengetahui tentang pengertian dan ciri-ciri hewan unggas akan lebih lengkap apabila kita juga mengetahui jenis-jenisnya. Kerena kebanyakan hewan unggas berada disekitar kita, untuk lebih jelasnya mari kita memasuki materi tentang jenis-jenis hewan unggas.

1. Angsa


hewan unggas
sumber:sumber.com
Angsa adalah sejenis burung yang hidup di air yang memiliki ukuran yang besar, hewan ini berasal dari genus Cygnus. Angsa adalah hewan terbesar dari golongan keluarga anatidae. Sekaligus salah satu burung terbesar yang bisa berenang dan juga bisa terbang.
Spesies terbesar dari angsa adalah angsa putih, angsa trompet dan angsa whooper. Yang panjang  tubuhnya bisa mencapai 60 inci dan mempunyai berat 50 pound. Selain itu angsa jenis ini juga memiliki leher dan kaki yang lebih besar. Angsa yang telah dewasa memiliki ciri khusus, yaitu mata dan paruhnya tidak ditutupi bulu. Tetapi spesies angsa jantan mirip dengan spesies angsa betina untuk menunjukkan sifat dimorfisme seksual. Pada umumya angsa jantan memiliki ukuran tubuh lebih besar dari angsa betina.

2. Bebek



hewan unggas
sumber:blogsport.com
Bebek atau juga biasa dengan sebutan itik adalah hewan unggas selanjutnya. Bebek adalah burung akuatik yang memilliki ukuran badan lebih kecil dari angsa. Bebek bisa hidup di darat maupun di air, akan tetapi bebek akan lebih banyak di temukan di perairan air tawar.
Bebek kadang-kadang disamakan dengan beberapa burung air yang lain yang mempunyai bentuk serupa dengannya. Seperti loon grebe, gallinule, coot dan masih banyak lagi. Beberapa jenis bebek juga biasa melakukan kawin silang, namun hasilnya cenderung tidak stabil.
Bebek memiliki tubuh berlekuk, lebar dan memiliki leher yang relative panjang. Paruhnya berbentuk lebar yang mengandung lamellae untuk menyaring makanan. Tetapi pada jenis bebek penangkap ikan, mempunyai paruh lebih panjang dan lebih kuat.
Bebek memakan berbagai macam makanan seperti rumput, cacing, ikan, serangga, tanaman air dan lain-lain. Untuk jenis bebek penyelam dan bebek laut mereka mencari makan di dalam air. Untuk memudahkan mereka menyelam, mereka mempunyai massa yang lebih besar dari bebek jenis lain.

3. Tinamus


hewan unggas
sumber:wikiwand.com
Tinamus adalah ayam liar yang merupakan hewan asli Amerika Serikat, termasuk dalam ordo timamidae. Hewan tinamus adalah salah satu unggas yang termasuk dalam golongan neotropis di Indonesia. Populasi terbesar timanus ada di daerah Amerika Tengah, Amerika Selatan dan daerah Meksiko Selatan.
Tinamus mempunyai ciri-ciri tubuh agak beasr, leher langsing dan paruh yang pendek dan melengkung ke bawah. Hewan ini mempunyai habitat utama di atas pohon, dengan bertengger. Namun tinamus membuat sarang di atas permukaan tanah, dan telur hewan ini berwarna biru, hijau zaitun dan keungu-unguan. 

4. Burung Puyuh



hewan unggas
sumber:blosport.com
Hewan yang termasuk dalam keluarga unggas selanjutnya adalah burung puyuh. Burung puyuh memiliki ukuran tubuh menengan bahkan cenderung bertubuh kecil. Burung puyuh adalah hewan unggas daratan yang kecil namun memiliki perut yang gemuk.
Pada umumnya burung puyuh adalah salah satu hewan yang tergolong dalam hewan pemakan biji-bijian. Selain pemakan biji-bijian burung puyuh juga pemakan serangga atau hewan kecil lainnya. Karena paruh yang dimiliki burung puyuh kecil dan melengkung ke bawah.
Burung puyuh biasa membuat sarang dan hidup dipermukaan tanah. Tetapi jangan salah burung puyuh termasuk burung  yang memiliki kemampuan untuk terbang dengan tinggi. Akan tetapi dengan jarak tempuh yang pendek, tidak seperti jenis burung lainnya.

5. Itik Serati


hewan unggas
sumber;blogsport.com
Itik serati merupakan sejenis burung atau hewan unggas yang termasuk dalam keluarga bebek. Di negara kita hewan ini merupakan hewan yang paling banyak menjadi hewan ternak atau hewan peliharaan. Untuk dimanfaatkan daging dan telurnya karena memiliki kandungan protein yang tinggi.
Itik serati adalah hewan yang berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Itik jenis ini biasa hidup di alam liar seperti rawa-rawa, danau, sungai dan lain-lain. Perlu diketahui itik serati adalah hasil dari perkawinan silang antara bebek biasa dan itik.

6. Kalkun


hewan unggas
sumber:ilmuhewan.com
Ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung yang memiliki ukuran tubuh besar. Hewan ini termasuk dalam keluarga galliformes genus meleagris. Spesies kalkun betina memiliki ukuran lebih kecil dari spesies jantan, dan tidak memiliki variasi warna pada tubuhnya.
Kalkun liar merupakan salah satu hewan yang di buru di Negara Amerika Utara. Akan tetapi kalkun jenis ini tidak sama dengan kalkul-kalkun yang sering kita jumpai. Karena kalkun jenis ini termasuk hewan yang gesit dan termasuk hewan yang bisa terbang.

7. Ayam


hewan unggas
sumber:ipbpakiga.com
Ayam adalah sejenis unggas yang sering dijadikan sebagai hewan ternak atau hewan peliharaan. Karena jenis unggas yang satu ini mempunyai banyak manfaat. Mulai dari telurnya, dagingnya dan kototannyapun bisa dimanfaatkan menjadi pupuk kompos.
Perkawinan silang antara ayam telah menghasilkan berbagai jenis ayam di muka bumi ini. Dan ayam yang paling terkenal dan yang sering kita temui adalah jenis ayam petelur. Ayam peliharaan juga sering dikawinkan dengan ayam hutan yang menghasilkan jenis ayam bekisar.
Pada tahun 2003 jumlah populasi ayam yang hidup diseluruh dunia sejumlah 24 milyar ekor. Ayam mempunyai dua sumber protein dalam makanan yaitu pada telur dan dagingnya. Sebagai hewan peliharaan, ayam memiliki kemampuan beradatasi sangat baik. Ayam juga sangat adaptif atau dapat disebut dengan hewan yang bisa hidup di sembarang tempat. Dengan syarat tempat itu mempunyai sumber makanan bagi ayam, ayam juga termasuk golongan hewan pemakan segala.

8. Tiktok


hewan unggas
sumber:blogsport.com
Hewan unggas yang terakhir adalah tiktok, mungkin nama itu masih asing di telinga kita. Tiktok adalah hasil dari perkawinan silang antara itik jantan dan entok betina. Proses perkawinan ini terjadi bukan karena proses alamiah. Akan tetapi di sengaja oleh manusia untuk menghailkan spesies yang baru. Hewan tiktok telah lama dikenal sebagian masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Tetapi di Indonesia hasil dari perkawinan silang itik jantan dengan entok betina di sebut dengan serati. Tiktok banyak dipelihara di Indonesia untuk di ambil tuler dan dagingnya. Nah, itu dia penjelasan singkat mengenai pengertian, ciri-ciri dan jenis- jenis hewan unggas. Semoga dengan artikel ini bisa menambah pengetahuan teman-teman semua.

Faktor Penentu Waktu Panen

           Faktor-faktor penentu waktu panen ternak, tentunya akan tergantung kepada jenis ternak yang dipelihara dan tujuan pemeliharaan...