Senin, 01 Oktober 2018

Pengertian Pakan untuk Unggas

          Pakan adalah campuran berbagai macam bahan organik dan anorganik yang diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan, dan reproduksi. Agar pertumbuhan dan produksi maksimal, jumlah dan kandungan zat-zat makanan yang di perlukan pun harus sesuai.



http://snackandtack.co.uk

             Pada usaha peternakan, pakan berperan sangat strategis. Ditinjau dari aspek ekonomis, biaya pakan sangat tinggi, mencapai 70% dari total biaya produksi. Ditinjau dari aspek biologis, pertumbuhan dan produksi maksimal tercapai bila kualitas dan kuantitas pakan sesuai, produksi efisien akan tercapai bila tersedia bahan pakan murah dan kebutuhan zat-zat makanan terpenuhi.


http://en.wikipedia.org/

           Konversi pakan menjadi daging dan atau telur harus berlangsung secara efisien dan ekonomis untuk memperoleh keuntungan bagi perusahaan. Itulah perlunya peternak memahami dan menerapkan prinsip-prinsip penentuan kebutuhan dan penyusunan pakan sesuai tujuan usaha.


1. Fungsi pakan  
Pakan yang dikonsumsi sebagai bahan yang hendak dicerna dan diserap tubuh. Sebagian yang tidak dicerna diekskresikan dalam bentuk feses. Zat-zat makanan (nutrien) dari pakan yang dicerna digunakan untuk sejumlah proses di dalam tubuh. Nutrien yang digunakan tergantung dari spesies, umur dan produksivitas unggas. Sebagian besar unggas menggunakan zat-zat makananya yang diserap untuk:
  • Fungsi esensial (meintenan), diantaranya metabolisme tubuh, memelihara panas tubuh, serta menggganti dan memperbarui sel-sel tubuh dan jaringan.
  • Kebutuhan produksi, diantaranya; untuk pertumbuhan, penggemukan, atau produksi telur.
2. Kebutuhan pakan 
Kebutuhan pakan dipengaruhi oleh fungsi produksi yang khusus, seperti misalnya pertumbuhan, pengemukan dan reproduksi.
a. Kebutuhan energi
Pada hakekatnya, ayam mengkonsumsi pakan untuk memenuhi kebutuhan energinya. Apabila kebutuhan energi telah terpenuhi, maka ayam akan menghentikan konsumsi berlebihan sehingga menghasilkan karkas yang lebih berlemak dibandingkan dengan ayam yang mengkonsumsi pakan rendah energi. Pemberian pakan dilapangan biasanya mengandung energi metabolisme sekitar 2600-2800 kkal untuk ayam petelur dan 2900-3300 kkal untuk ayam broiler.
b. Kebutuhan protein 
Protein merupakan zat makanan yang di perlukan sebagai bahan pembentukan jaringan dan telur. Sumber utama protein yaitu protein yang terdapat dalam pakan yang di konsumsi, karena pakan yang kandungan proteinnya kurang mengakibatkan laju pertumbuhan dan tingkat produksi menjadi tidak baik.
Kebutuhan protein untuk kehidupan pokok ayam relatif kecil. Kebutuhan protein terutama digunakan untuk pertumbuhan dan produksi. Apabila kebutuhan protein untuk pertumbuhan maksimal telah tercapai, maka kelebihan protein akan di oksidasi menjadi energi karena tidak dapat ditimbang di dalam tubuh.
Kebutuhan protein pada saat periode pertumbuhan tergantung pada laju pertumbuhan. Laju pertumbuhan yang cepat menuntut tersedianya protein dalam pakan yang di konsumsi lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan yang lambat.
Ayam broiler memiliki laju pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan ayam petelur maupun buras. Oleh karenanya, pada saat ayam tumbuh laju pertumbuhannnya juga meningkat sehingga kebutuhan energi dan protein pun meningkat.

Bahan Pakan


         Kandungan zat-zat makanan dalam bahan pakan sangat beragam. Pada suatu bahan pakan, kandang-kandang kadar makanan tertentu sangat tinggi, tetapi zat makanan lainnya rendah bahkan sama sekali tidak ada. 


http://dairyfeed.ipb.ac.id/page/konsentrat

Oleh karena itu, untuk penyusunan pakan sebaiknya mengunakan campuran beberapa macam bahan pakan. Berdasarkan kandungan zat-zat pakan, bahan pakan di kelompokan menjadi 4 golongan, Diantaranya:
 1. Bahan pakan sumber energi
Bahan pakan sumber energi mengandung karbohidrat (pati) relatif tinggi dibandungkan zat-zat makanan lainnya. Kandungan protein sekitar 10%. Bahan pakan yang termasuk gologan tersebut diantarnya jagung kuning, ubi kayu, sorgum, dedak padi dan lain-lain.
a. Jagung kuning, penggunaanya 15-70%. Mengadung pro-vitamin A untuk meningkatkan kualitas daging dan telur. Vitamin A memberikan warna kuning pada kulit dan kuning telur.
b. Hasil ikutan pengilingan padi berupa dedak halus, dedak lunte , dan bekatul.
Semua ini merupakan bahan pakan sumber energi karena mengandung karbohidrat bahan pakan yang tersedia melimpah, murah dan mengadung zat makanan tinggi. Tetapi memiliki kelemahan kandungan lemak dan serat kasarnya tinggi sehingga penggunaanya di batasi hanya 30% (maksimal).
Bahan pakan sumber protein harus mengandung protein tinggi, sekitar 45%. Bahan tersebut berupa sumber protein hewani atau nabati.
2. Bahan pakan sumber protein
a. Bahan pakan sumber protein hewani, tepung ikan, tepung bulu ayam, manure.
  • Tepung ikan , terbuat dari ikan dan sisa-sisa ikan. Tepung ikan yang beredar umumnya terbuat dari ikan kecil dan sisa yang tidak dimanfaatkan lagi untuk manusia, sehingga kandungan proteinnya rendah. Tepung ikan yang baik mengandung protein sekitar 60%, tetapi lebih banyak berkisar antara 51-53%.
  • Tepung bulu ayam, mengandung protein tinggi yaitu 85-90%. Namun kualitasnya rendah karena kandungan asam amino rendah.
b. Sumber protein nabati
bungkil kedelai, bungkil kacang tanah. Meskipun kandungan protein tinggi, tetapi     kandungan asam amino esensialnya rendah. Dalam pengunaannya harus diimbangi dengan sumber protein     hewani.
  • Bungkil kedelai ,kandungan proteinnya 42,7%
  • Bungkil kacang tanah, bahan ini merupakan hasil sampingan produksi minyak tanah. Mengandung protein 38,92%.
  • Bungkil kelapa
3. Bahan pakan sumber vitamin
Bahan pakan sumber vitamin berupa hijauan. Bahan tersebut juga berperan sebagai sumber mineral. Pemberian dalam bentuk segar setelah dicingcang agar mudah dimakan ayam, atau ada pula yang diberikan dalam bentuk ikatan-ikatan dan di gantung di dalam kandang. Biasanya pemberian hanya dalam jumlah dan saat tertentu saja. Hijauan misalnya kecambah, bayam, kangkung, dan daun singkong. Pemberian hijauan dalam bentuk tepung dalam campuran pakan sekitar 2-5%.
4. Bahan pakan sumber mineral
Bahan pakan sumber mineral meliputi beberapa bahan, seperti tepung tulang, tepung kulit kerang dan grit. Grit berfungsi sebagai sumber mineral dan dapat membantu pencernaan ayam . Oleh karena itu grit biasanya terdiri dari berbagi campuran batu, granit, kulit kerang, batu kapur dan bahan fosfor.

Sabtu, 29 September 2018

Ayam Petelur

http://anselljaya.com/perbedaan-ayam-pedaging-broiler-dan-ayam-petelur-layer/
           Ayam petelur adalah ayam betina yang khusus di ambil telurnya. Ayam petelur dapat mendatangkan penghasilan yang lumayan jika dilakukan secara intensif.

Berikut ini adalah jenis-jenis ayam petelur
Ayam petelur ada dua jenis, yaitu Ayam petelur medium dan ayam petelur ringan.
1. Ayam Petelur Medium

https://www.slideshare.net/silfanisb/pemeliharaan-ayam-ras-petelur-komersial
    Ayam petelur medium cirinya khasnya adalah bobotnya yang cukup berat. Ayam petelur medium dapat memproduksi telur yang cukup tinggi. Dagingnya juga cukup banyak sebab bentuk badannya yang cukup besar.
    Oleh sebab itulah ayam petelur medium juga di sebut sebagai ayam dwi guna, artinya ayam yang memiliki  manfaat ganda yaitu dapat menghasilkan telur dan dapat menghasilkan daging.
     Ayam petelur medium umumnya berbulu coklat dan telur yang dihasilkan juga berwarna coklat. Harga telur coklat umumnya harganya lebih mahal disbanding telur yang berwarna putih sebab yang berwarna coklat bobotnya lebih berat dari yang berwarna putih. Walaupun nilai gizinya sama umunya orang lebih menyukai yang berwarna coklat daripada yang berwarna putih.
2. Ayam Petelur Ringan
https://rebanas.com/gambar/images/pemeliharaan-ayam-ras-petelur-komersial-gambar
  Ayam petelur putih adalah sebutan yang lain bagi ayam petelur ringan. Ciri-cirinya sebagai berikut :
  • Bulu berwarna putih. 
  • Badan ramping. 
  • Mata bersinar 
  • Jengger berwarna merah.
     Ayam petelur ringan mampu menghasilkan lebih dari 260 butir telur per tahun. Ayam petelur ringan mempunyai kelemahan meskipun produksi telurnya cukup banyak.  Yaitu sangat peka terhadap keributan dan cuaca yang panas, ayam ini juga mudah kaget, jika kaget maka produksi telurnya menurun.

Sabtu, 22 September 2018

Klasifikasi Kelas Pada Ayam

Klasifikasi Kelas Pada Ternak Ayam

           Kelas ayam merupakan sekelompok atau sekumpulan bangsa ayam yang dibentuk dan dikembangkan mula-mula didaerah tertentu yang karakteristik tiap-tiap bangsa dan sifat-sifatnya dapat diturunkan pada generasi berikutnya.
           Berdasarkan buku standart yang pernah saya pelajari terdapat sebelas kelas dalam pembagiannya, namun hanya ada  empat kelas yang penting, yakni kelas Amerika, kelas Asia, kelas Mediterania, dan kelas inggris.
Berikut sedikit pembahasan dari masing- masing kelas pada ternak ayam :

1. ayam kelas Amerika




ayam kelas Amerika merupakan kelompok ayam yang dibentuk dan dikembangkan di Amerika Serikat dengan karakteristik bentuk tubuh sedang, cuping telinga berwarna merah, bulu mengembang, dan kulit berwarna putih. ciri khas lain kulit tellur berwarna coklat kekuningan, kaki tidak berbulu, dan terkenal sebagai tipe dwiguna.
ayam yang termasuk dalam kelas Amerika ini adalah Plymouth Rock, Rhode Island Red, Jersey, Hampshire, Wyandotte (Suprijatna etal.,    2005).


2. ayam kelas Asia



ayam kelas Asia merupakan kelmpok ayam yang dikembangkan di wilayah Asia. Ayam kelas Asia memiliki karakteristik bentuk yubuh besar, bulu merapat tubuh, cuping berwarna merah, dan kerabang telur memiliki warna yang beragam dari cokelat kekuningan sampai putih. Ciri khas lainnya yaitu kakinya berbulu, kulit berwarna putih sampai gelap dan merupakan tipe pedaging.
Contohnya : Brahma, Langshan, Cochin china (Suprijatna et  al.,   2005).


3. Ayam kelas Mediterania



 Ayam kelas Mediterania merupakan kelompok ayam yang dikembangkan disekitar negara dan pulau di Laut Tengah seperti Spanyol dan Italia. Ayam kelas ini memiliki karakteristik bulu yang mengembang, cuping telinga berwarna putih, bentuk tubuh ramping, warna kulit putih, kerabang tellurnya berwarna putih dan merupaka ayam tipe petelur.
Contohnya : Leghorn, Ancona, Spainsh, Minorca, Andalusia (Suprijatna et   al.,   2005).


4.  Ayam kelas Inggris


 Ayam kelas inggris merupakan sekelomppok ayam yang dibentuk dan dikembangkan di Inggris dentgan karakteristik bentuk tubuh yang besar, cuping berwarna merah, kulit putih, kerabang telur coklat kekuningan, dan bulu merapat ke tubuh.
Contohnya : Sussex, Cornish, Orpington, Australorp, Dorking (Suprajatna  et  el.,   2005).




Faktor Penentu Waktu Panen

           Faktor-faktor penentu waktu panen ternak, tentunya akan tergantung kepada jenis ternak yang dipelihara dan tujuan pemeliharaan...